SILAKAN BERBAGI

Selasa, 11 Oktober 2011

GEMPA JEPANG DAN STUNAMI :Eka Erikson (perawat jompo, 2008) Desa Jatiseeng Kidul RT 04/09 Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jabar;

Beberapa warga Cirebon Timur menjadi korban gempa dan stunami di Jepang waktu bulan Maret kemarin, inilah liputan beritanya :

INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu, memastikan 35 TKI perawat pasien dan perawat jompo di lima prefektur (provinsi) di Jepang selamat pascagempa dan tsunami di negara itu pada Jumat (11/3).

Secara keseluruhan, 686 perawat pasien (nurse) dan perawat jompo (careworker/caregiver) yang ditempatkan BNP2TKI sejak 2008-2010 di Jepang atas dasar kerja sama antarpemerintah (G to G) yang tersebar di 45 dari 47 prefektur (provinsi) di negeri Sakura itu dalam keadaan selamat.

Ia mengatakan terdapat 35 orang TKI perawat pasien dan perawat jompo di lima provinsi yang terkena dampak serius atas gempa dan tsunami itu adalah Miyagi, Iwate, Fukushima, Aomori, dan Ibaraki.

Hingga Selasa (15/3), katanya, sebagian dari 35 orang tersebut masih belum terpantau keberadaannya tetapi sekarang sudah dipastikan bahwa mereka dalam keadaan selamat.

Dari ke-35 orang di lima prefektur yang selamat itu tersebar sembilan orang di prefektur Miyagi, dua orang di Iwate, empat orang di Fukushima, 12 orang di Aomori, dan delapan orang di Ibaraki.

Sembilan perawat yang bekerja di Miyagi adalah
1. Mugiyati (perawat jompo, tahun penempatan 2010) asal Tukinggedong RT 03/11 Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jateng,
2. Desi Subarkah (perawat jompo, 2010) asal Dusun Klepusari RT 03/08, Tambaksari, Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jateng,
3. Jajang Rahmat (perawat jompo, 2010) asal Kampung Pasir Batu RT 02/02 Dusun Sukahaji, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jabar.
4. Emey Wahyudi (perawat jompo, 2009) asal Taman Tytyan Indah Blok B2 Nomor 12B, Bekasi, Jabar;
5. Siti Nur Lailiyah (perawat jompo, 2009) asal Jalan Mbah Citro RT 02/03 Wadungasih Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jatim,
6. Wihel Mariadewi (perawat jompo, 2009) asal Jalan Jambak Kototinggi Kecamatan Baso, Kota Bukittinggi, Sumbar;
7. Wisita Permanasari (perawat pasien, 2010) asal Dukuh Nogo RT 04/02 Desa Karangwaluh, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
8. Rita Retnaningtyas (perawat pasien, 2009) asal Potrosari I RT 5/02 Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Jateng,
9. Yantri (perawat pasien, 2009) asal Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jabar.

Di Iwati terdapat dua orang TKI perawat jompo yakni M Nasir Sultan (2009) asal Kelurahan Sabe RT 01/01 Kecamatn Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel, dan Miftahuddin (2009) asal Perum Kota Wisata Cluster Believeu 15, Cibubur, Kabupaten Bogor, Jabar.

Di Fukushima terdapat empat perawat pasien yang sudah dievakuasi ke Tokyo yakni :
1. Dwi Astuti (2009) asal Dukuh Soronalan 01/01 Desa Blimbing Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jateng;
2. Puspawati (2009) asal Jalan Charitas Nomor 1 Timika Jaya, Mimika Baru, Papua Barat;
3. Herlina Semi (2009) asal Jalan Dirgantara LR 8 Nomor 14 RT 2/01 Paropo, Panakkukang, Makassar, Sulsel;
4. Yulianti (2009) asal Jalan Kenanga Gang Buntu II Nomor 8 Pd Bulan Senapelan, Pekanbaru, Riau.

Sementara 12 perawat pasien dan perawat jompo di Aomori dalam keadaan selamat yakni
1. Arni Susanti (perawat pasien, 2008) asal Jalan Sejahtera 148 RT 2 RW 13 Kelurahan Rumbai Boot, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru;
2. Nurul Huda (perawat pasien, 2008) asal Jalan KH Nasution Gg Ilham Nomor 117, Pekanbaru; ,
3. Gandri, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jatim;
4. Agustinus Widi Nugroho (perawat jompo, 2010) asal Gg Tegalega Nomor 51/20, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Bandung, Jabar;
5. Erna Irianti (perawat jompo, 2010) asal Dusun Welar, Desa Kenteng RT 04/02 Kecamatan Toron, Kabupaten Grobogan, Jateng;
6. Hade Inchi (perawat jompo, 2010) asal Blk 04 RT 03/09 Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jabar.
7. Mulyadi Nugraha (perawat jompo, 2009) asal Jalan Raya Wanaraja Nomor 429 RT 01/09, Wanamekar, Kabupaten Garut, Jabar;
8. Suliswanto (perawat jompo, 2009) asal Moch Toha Gg Tegalega Nomor 51/20C, Kelurahan Ciateul, Bandung, Jabar; Dwi Agustin Ningrum (perawat jompo, 2008) asal Jalan H Baping RT 003 RW 09 Nomor 10, Ciracas, Jakarta Timur;
9. Rosfa Damayanti Soedirdjo (perawat jompo, 2008) asal Pamulang Indah Jalan Dahlia Blok B9 RT 06/07 Nomor 8 Pamulang, Tangerang, Banten;
10. Devi Agustina (perawat jompo, 2009) asal Desa Balerejo RT 11/02 Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jatim;
11. Sulis Yami Indrawati (perawat jompo, 2009) asal Blok Contilan RT 01/03 Desa/Kecamatan Kedawung, Cirebon, Jabar.
12. Achmad Kurniawan (perawat jompo, 2010) asal Sobah RT 02/05

Sementara di Ibaraki ada delapan perawat yang selamat adalah
1. Wawan Kurniawan (perawat jompo, 2009) asal Dusun 04 RT 03/04 Kecamatan Babakan, Cirebon, Jabar;
2. Astri Dewi Lanestia S (perawat jompo, 2009) asal Jalan HM Tohir Nomor 20 RT 2/01 Kelurahan Pondok Cina, Kecamat Beji, Kota Depok, Jabar;
3. Masnawati (perawat jompo, 2009) BTN Dewi Kumala Sari Blok AB 9/10, Makassar, Sulsel;
4. Romie Anugrah (perawat jompo, 2009) asal Dusun 05 RT 02/10 Desa babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Cirebon, Jabar.
5. Ari Minggah Rahayu (perawat, 2009) asal Jalan Ceremai Raya BC/232 RT 5/13 Kayuringin, Bekasi Selatan, Jabar;
6. Rastini (perawat, 2009) asal Blok Karang Wangi 05/03 Budur Ciwaringin, Cirebon, Jabar;
7. Eka Erikson (perawat jompo, 2008) Desa Jatiseeng Kidul RT 04/09 Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jabar;
8. Kartiwan (perawat jompo, 2008) asal Kabupaten Bandung.

"Pada umumnya mereka juga sudah menghubungi keluarganya di Tanah Air melalui telepon maupun surat elektronik," kata Jumhur. [ant]

CILEDUG MEMBUTUHKAN RIBUAN LUBANG BIOPORI :Lubang Resapan Biopori, tepat guna, pelestarian air, banjir, kompos, sampah organik

Secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut.
Tetapi, di daerah perkotaan, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga lubang biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya pepohonan tidak selalu mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah lubang resapan atau sumur resapan buatan manusia yang sekarang dikenal dengan lubang biopori. Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm.
Kita tidak akan sia-sia bila membuat biopori ini. Manfaat yang bisa didapat antara lain :
  1. Mencegah banjir

    Banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.
  2. Tempat pembuangan sampah organik

    Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dlaam lubang biopori yang kita buat.
  3. Menyuburkan tanaman

    Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.
  4. Meningkatkan kualitas air tanah

    Organisme dalam tanah mampu membuat samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.
Banyak manfaat untuk lingkungan kita dengan adanya biopori, maka membuat biopori dapat menjadi salah satu pertimbangan kita agar lingkungan kita menjadi lebih baik.

Jika Anda dan keluarga berminat datang saja ke Greenhouse Deddy kermit Madjmoe di Jatiseeng Ciledug, disana dapat share dan belajar bersama membuat lubang biopori, sekalian pinjam alatnya hehehehe....